Blog
Beranda » Berita » Wartawan Kritis vs Penjilat

Wartawan Kritis vs Penjilat

Head-linenews.com – Salah satu konsekwensi bagi wartawan yang memiliki sikap kritis adalah mereka akan tidak sanggup melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan dilapangan dikala mereka bekerja.

Mereka akan sangat peka dengan kondisi yang ada di sekitarnya, atau di mana saja mereka berada. Kepekaan itu sebenarnya karena mereka peduli akan segala fenomena dan realitas yang dilihat dan dirasakan itu tidak baik atau tidak seperti yang seharusnya.

Mereka selalu akan mempertanyakan atau mengkritisi fenomena atau realitas itu. Karena seringnya mereka mengkritisi apa yang terjadi melalui karya jurnalistik, muncullah kelompok-kelompok penjilat penguasa dan orang-orang yang berada di lingkaran kekuasaan tersebut.

Penjilat-penjilat itu akan melihat para wartawan yang kritis itu busuk dan seperti lawan yang harus dimusnahkan. Wajar saja, wartawan mengritik sering dianggap nyinyir dan seolah ingin menggembosi elektabikitas dan perilaku bos para penjilat itu.

Lucunya… Mereka-mereka para penjilat ini muncul dengan statement yang sangat menggelikan, menuduh para wartawan yang kritis itu sebagai wartawan atau media yang dibayar, bahkan muncul kalimat media penjilat.

Gubernur Hidayat Tinjau Wilayah Kepulauan Gunakan Helikopter, Tegaskan Komitmen Hadir untuk Rakyat

Mereka muncul bak pahlawan kesiangan, yang siap membela dan menegakkan keadilan. Konyolnya, mereka ini tutup mata dengan fakta yang ada dilapangan yang ditemukan atau dimiliki para wartawan kritis saat mereka bekerja.

Sehingga, para penjilat akan menggunakan dan merangkai kata-kata manis mereka agar terlihat menjadi sosok pembela bagi sosok yang notabennya diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement