Ekonomi
Beranda Ā» Berita Ā» Bitcoin Dianggap Inovasi Namun Diwaspadai sebagai Ancaman Ekonomi

Bitcoin Dianggap Inovasi Namun Diwaspadai sebagai Ancaman Ekonomi

2. Risiko terhadap Stabilitas Keuangan

Jika terlalu banyak individu dan lembaga mengalihkan asetnya ke Bitcoin, sistem keuangan konvensional bisa terguncang. Bayangkan jika bank mengalami penarikan dana besar-besaran karena orang lebih memilih menyimpan asetnya di kripto.

3. Penggunaan dalam Aktivitas Ilegal

Karena sifatnya yang anonim, Bitcoin kerap digunakan dalam transaksi ilegal seperti pencucian uang, pembiayaan terorisme, atau perdagangan barang ilegal di dark web. Ini membuat lembaga penegak hukum kesulitan melacak aliran dana.

4. Tidak Diatur dan Tidak Dijamin

Bitcoin tidak dijamin oleh pemerintah atau otoritas mana pun. Jika terjadi kehilangan atau peretasan aset, tidak ada mekanisme perlindungan konsumen seperti di sistem perbankan. Ini membuat banyak pihak meragukan keamanannya.

Sikap Negara-Negara Terhadap Bitcoin

Sikap pemerintah dunia terhadap Bitcoin bervariasi, dari yang sangat terbuka hingga sangat restriktif.

  • El Salvador menjadi negara pertama yang melegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi.
  • Amerika Serikat memperbolehkan Bitcoin digunakan sebagai aset investasi, meski pengawas keuangan seperti SEC semakin ketat mengatur aktivitas kripto.
  • Cina melarang semua aktivitas perdagangan dan penambangan kripto, dengan alasan risiko ekonomi dan konsumsi energi.
  • Indonesia melalui Bank Indonesia melarang Bitcoin sebagai alat pembayaran, namun mengizinkan perdagangan aset kripto di bawah pengawasan Bappebti.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa meskipun negara-negara menyadari potensi teknologinya, mereka tetap khawatir akan dampak sistemiknya.

Terkait Tuduhan Penyalahgunaan Dana KUR, Gubernur Hidayat: Tidak Benar!

Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Sistem Keuangan Konvensional?

Banyak penggemar kripto beranggapan bahwa Bitcoin bisa menggantikan sistem keuangan lama yang dianggap tidak adil, penuh biaya, dan lambat. Namun untuk menggantikan sistem tersebut, Bitcoin harus memenuhi tiga fungsi utama uang: sebagai alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai. Saat ini, Bitcoin hanya sebagian mampu memenuhi fungsi tersebut.

Di sisi lain, teknologi blockchain yang mendasari Bitcoin sudah mulai diadopsi oleh lembaga keuangan tradisional. Misalnya, beberapa bank mulai menggunakan blockchain untuk mempercepat proses kliring dan transfer internasional.

Solusi Tengah: Regulasi yang Proporsional

Daripada melarang sepenuhnya atau membiarkan tanpa batas, banyak ahli menyarankan adanya regulasi proporsional. Regulasi ini dapat melindungi konsumen, mencegah penyalahgunaan, dan tetap membuka ruang bagi inovasi teknologi.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ɨ Advertisement