Pendidikan
Beranda » Berita » Hanya Isyak Meirobie, Cabup Belitung yang Bergelar Doktor dan Mejadi Wisudawan Dengan IPK Terbaik

Hanya Isyak Meirobie, Cabup Belitung yang Bergelar Doktor dan Mejadi Wisudawan Dengan IPK Terbaik

Kepemimpinan Berbasis Ilmu dan Budaya

Isyak Meirobie menjadi contoh teladan dalam bidang kepemimpinan yang memadukan prinsip ilmu manajemen dengan nilai-nilai budaya lokal. Beliau tidak hanya mengandalkan latar belakang pendidikan formalnya, tetapi juga menghargai dan melestarikan tradisi yang telah ada di masyarakat, khususnya pada saat menggelar sidang disertasi. Dalam sidang tersebut, Isyak dengan kreatif memanfaatkan pantun Melayu, sebuah bentuk puisi tradisional yang sarat akan makna, untuk menyampaikan pemikirannya mengenai pentingnya sinergi antara pengetahuan dan kultur.

Penggunaan pantun tersebut bukan hanya menambah nuansa kebudayaan dalam suasana akademis, tetapi juga mencerminkan sebuah pendekatan holistik dalam kepemimpinan. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan intelektual dan emosional, di mana keduanya dapat digunakan untuk memahami karakter lokal serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketika pengetahuan dan budaya digabungkan, pemimpin dapat berfungsi lebih efektif dalam merespons tantangan dan harapan masyarakat yang beragam.

Integrasi antara ilmu pengetahuan dan tradisi budaya di dalam setiap program yang diusung oleh Isyak Meirobie berperan penting dalam mendorong perubahan sosial yang positif. Masyarakat Belitung membutuhkan seorang pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai budaya yang ada. Dengan mengedepankan kepemimpinan yang berimbas pada norma-norma lokal, Isyak berkomitmen untuk menciptakan kebijakan yang tidak hanya berbasis pada teori, namun juga pada adat dan kearifan lokal.

Laman: 1 2 3 4 5

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement