Tempat yang sama, calon Bupati Belitung Isyak Maerobi dalam sambutannya menyampaikan, acara tersebut bertujuan untuk meminta doa dan restu kepada tokoh-tokoh adat. Selain itu, menurut Isyak, pentingnya dukungan dari lembaga adat dan dukun kampung sebagai potensi kearifan dalam mewujudkan sebuah tujuan.
“Hari ini kami telah melaksanakan acara betare silaturahim bersama ketua adat Melayu dan dukun kampong. Tujuan kami disini bersama dengan pak Masdar adalah untuk meminta restu dan doa agar proses pencalonan kami berdua diberkati dan berjalan lancar,” kata Isyak Maerobi mengawali sambutannya.
Dikatakan Isyak, pada sejak awal pencalonan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belitung bersama Masdar Nawawi, diria telah sepakat untuk membagi kewewenangan secara jelas dengan disertai penandatangi surat kesepakatan bersama.
Tujuan tersebut, lanjut Isyak, agar tidak terjadi kebingungan dan kesalahpahaman antara dirinya dengan Masdar Nawawi ketika nantinya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belitung periode 2024-2029.
“Sejak awal, Pak Masdar Nawawi dan saya telah membagi tugas masing-masing. Untuk menegaskan kesepakatan tersebut, kami menandatangani surat perjanjian. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik selama masa jabatan kami.” Paparnya.
Editor : K4c
Sumber : head-linenews

Komentar