Selain itu, masyarakat Keciput secara garis besar adalah nelayan sebagai matapencahariannya.
“Ritual ini merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta karena lautnya. Selain itu, notabene masyarakat Keciput ialah nelayan. Sehingga tujuan ritual ini juga bentuk meminta keselamatan nelayan dan kemurahan rejeki yang ada dari laut itu sendiri,” Kata Kades yang juga disapa Ocha ini.
Ia berharap diwaktu mendatang, ritual adat muang jong ini bisa lebih meriah lagi dari tahun ini. Sehingga masyarakat diluar dari desa Keciput pun nantinya akan kesini melihat adat ritual muang jong ini.
“Semoga diwaktu mendatang, ritual muang jong ini bisa masuk dalam salah satu event pariwisata yang layak dilihat dan dikunjungi saat perayaannya tiba. Sehingga harapan kami, wisatawan ke Belitung mulai dari lokal hingga mancanegara bertandang untuk melihat adat muang jong ini,” Katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Belitung Annyta SP. M.IL mengapresiasi kegiatan tersebut. Kegiatan yang digelar selama sepuluh hari dan puncak acara hari ini bukanlah perkara yang gampang.
“Selama sepuluh hari, kawan-kawan dari Karang Taruna desa Keciput dibawah kepemimpinan Kepala desa bukanlah perkara yang mudah. Dengan bajet yang minim mereka mampu menyelenggarakan event ini, itu luar biasa. Karena ini merupakan salah satu aktraksi menarik benar-benar untuk kita saksikan,” Tukas Kadis Pariwisata.
Annyta katakan, muang jong ini layak untuk masuk dalam salah satu kalender event Pariwisata Kabupaten Belitung.
“Kita melihat acara ini konsisten dilaksanakan dari tahun ketahun ditanggal yang sama dan bulan yang sama. Selain itu event ini dari tahun ketahun terlihat banyak peningkatan dan kemajuan dalam penyajian acaranya, sehingga event muang jong ini bisa kita masukkan dalam kalender event Pariwisata Belitung,” Ungkap Annyta

Komentar