Dampak dan Harapan terhadap Pemilu 2024
Pengawasan partisipatif yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Belitung memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat, khususnya dalam konteks pelaksanaan Pemilu 2024. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga integritas pemilu dari potensi polarisasi yang dapat timbul akibat politisasi SARA, hoaks, dan ujaran kebencian. Melalui berbagai seminar, diskusi publik, dan pelatihan, Bawaslu berupaya membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan melawan isu-isu yang merusak kualitas pemilu.
Harapan Bawaslu dan berbagai elemen masyarakat adalah agar Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan cara yang adil dan damai. Dalam hal ini, pendidikan pemilu yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi kunci untuk menciptakan pemilih yang cerdas serta kritis terhadap informasi yang diterima. Masyarakat diharapkan tidak hanya pasif sebagai pemilih, tetapi juga aktif dalam mengawasi dan melaporkan pelanggaran yang mungkin terjadi selama proses pemilu.
“Dukungan dari lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, serta media massa diperlukan untuk menyebarluaskan informasi yang benar dan mendorong partisipasi masyarakat. Upaya kolektif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang tidak hanya mencegah kemunculan hoaks, tetapi juga mendorong terciptanya dialog yang konstruktif antara calon pemimpin dan konstituen. Melalui semua ini, diharapkan Pemilu 2024 di Kabupaten Belitung akan menjadi contoh pelaksanaan pemilu yang bersih, transparan, dan penuh keadilan,”sambung Aris.

Komentar