Head-linenews.com, Tanjungpandan – Overlay Aspal (tebal lapis tambah-red) atau familiar disebut Slurry Seal (Campuran Aspal Emulsi) merupakan proyek jalan yang memiliki keunggulan salah satunya adalah meningkatkan usia perkerasan jalan. Namun sayangnya, keunggulan itu nampaknya tak berlaku di saat, Satker Jalan Nasional II Belitung melaksanakan proyek jalan Slurry Seal di ruas jalan Sudirman Tanjungpandan Belitung. Pasalnya, proyek yang baru seumur jagung itu, telah mengalami kerusakan di beberapa titik.
Tak hanya itu, permukaan jalan Sudirman yang tidak rata, bergelombang dan retak pasca proyek Slurry Seal dilaksanakan seolah mengisyaratkan bahwa proyek Slurry Seal Sudirman Tanjungpandan rawan akan “Korupsi”?
“Proyek itu sebetulnya Microsurfacing perkerasan jalan yang terdiri dari campuran agregat, aspal emulsi, air, dan polimer. Jadi diatas Slurry Seal, lebih baik lagi dari Slurry Seal. kata sumber terpercaya yang dapat dipertanggungjawabkan, Sabtu (30/11/2024).
“Sedangkan kerusakan itu terjadi disebabkan kerusakan aspal bawah yang tidak diperbaiki. Seharusnya diperbaiki kerusakan aspal lama baru ditimpa,” katanya.
Diungkapkannya, proyek Microsurfacing ruas jalan Sudirman Tanjungpandan yang terkesan asal jadi dapat dilihat kasat mata. Dimana sambungan Layer (lapisan-red) permukaan aspal tidak rapi dan tidak rata.
“Lebar jalan kiri kanan itu kan 7 meter, median jalan 1 meter total 15 meter. 7 meter dibagi 3 Layer jadi 2,3 meter.
Sambungan dari Layer per 2,3 meter itu antara Layer pertama, kedua dan ketiga tidak rapi dan tidak rata,” ucapnya.

Komentar