Karena terkadang fakta yang ada selalu tak sama dengan apa yang diprogramkan dan direncanakan. Ini pesan yang ingin disampaikan oleh Hidayat Arsani soal kejujuran. Jadi sudah bisa ditebak dari awal, bahwa Hidayat Arsani akan lebih banyak bicara hal yang praktis ketimbang program berisi janji manis, dengan diwarnai beberapa langkah skak matt ala Hidayat. Gaya berdebat yang inkonvensional dan to the point. Dan memang sulit nyambung dengan gaya debat konvensional ala Erzaldi maupun Yuri yang mengandalkan kekuatan retotika padat bahasa intelek, bahasa ilmiah yang tujuannya mengukur sekaligus membuat lawan debat sesat dalam menjawab. Namun sepertinya tak begitu dipedulikan oleh paslon Hidayat Arsani-Heliyana.
Saya akhiri editorial ini dengan pantun,
โGule Kabung campur golok,
Gak nyambung, emang gue pikirinโฆ?โ
โข Editorial
โข Rudi Syahwani (Pemimpin Redaksi)

Comment