Mirisnya lagi, Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi itu diduga diperoleh dari APMS tempat diriya bekerja. Bahkan dirinya dikabarkan Mengakomodir setiap penjualan BBM di APMS yang berlokasi di Desa Bentaian Jaya, Manggar, Belitung Timur.
Informasi yang himpun media bahwa minyak yang diperoleh SMT adalah minyak solar berharga subsidi yang diperoleh dari APMS. Setelah itu, minyak yang ia dapatkan lanjut di angkut ke rumah kediaman wanita yang merupakan kekasihnya berinisial ID.
Setelah BBM tersebut di tambung, BBM tersebut disalurkan kembali kepada penambang timah dengan harga industri.
“Dia (SMT-red) pemain sekaligus pengurus dari APMS itu. Minyak beli harga solar subsidi, dia jual. Kembali dengan harga industri,” kata sumber tertutup, Jumat (28/2/25).
Dikatakan sumber, selain SMT, ada pengurus lain diduga ikut terlibat dalam aksi mafia minyak yaitu, SNT. SNT merupakan orang kepercayaan bos untuk mengurusi SPBU maupun APMS yang ada di Belitung. Namun disini SNT disebut aktor utama dalam permainan minyak subsidi.
“SNT itu atasan dari SMT. SNT itu yang mengurus keseluruhan SPBU atau APMS milik seorang bos Bangka. STN diduga juga terligat dalam permainan itu, sebab SNT sering Kerkabolirasi denga SMT,” ujar sumber yang dapat dipertanggungjawabkan
Pengurus APMS yaitu SMT ketika dikonfirmasi tak menyakal bahwa dirinya pengurus serta pemain dari aktivitas minyak subsidi jenis solar itu. Namun dirinya berdalih bahwa minya yang ada di kediamannya itu diperoleh dari mobil yang mengantri di APMS.

Komentar