Blog
Beranda » Berita » Wartawan Kritis vs Penjilat

Wartawan Kritis vs Penjilat

Apalagi di kalangan penjilat penguasa, para wartawan pengeritik itu dianggap sebagai duri dalam daging. Tahukan, bagaimana duri dalam daging? Ya, begitulah yang kerap dihadapi para wartawan kritis.

Pemimpin “Ngerapek” Dilingkaran Penjilat

Masih hangat…kejadian yang menimpa H. Marwan mantan Kepala Dinas LHK Bangka Belitung yang ditetapkan Kejati Babel sebagai tersangka bersama 4 orang lainnya dalam kasus penyelewengan lahan negara seluas 1.500 hektar di kotawaringin Kabupaten Bangka,

Marwan dengan lantang menyebutkan nama eks Gubernur Babel periode 2017-2022, sebut saja “Pemimpin Ngerapek”. Marwan dengan tegas menyebutkan bahwa sang ngerapek merupakan orang yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus yang saat ini dirinya hadapi.

Belum lagi kasus korupsi komuditas Timah yang menyeret 4 Kadis ESDM Babel, yang dimana berdasarkan fakta persidangan nama sang pemimpin ngerapek kembali disebutkan.

Gubernur Hidayat Tinjau Wilayah Kepulauan Gunakan Helikopter, Tegaskan Komitmen Hadir untuk Rakyat

Dapat kita bayangkan, jika para penjilat berada dilingkaran pemimpin ngerapek? maka para penjilat seperti yang penulis gambarkan pada awal tulisan ini, akan berupaya menutupi borok yang ada dengan cara bersilat lidah. Cara lainnya, ditutupi dengan menutup mata temuan/pemeriksaan yang terkuak. Akhirnya, satu fakta mereka tutupi dengan dalih menjatuhkan elektabikitas sang pemimpin ngerapek.

Di sisi lain, penegak hukum, dengan dalih menghindari adanya black campaign yang dinilai bisa menjadi hambatan terciptanya Pilkada yang sesuai dengan prinsip serta ketentuan perundang-undangan, mengeluarkan memorandum atau instruksi agar menunda proses hukum yang berkaitan dengan calon kepala daerah 2024.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement